Sejak dulu saya adalah single fighter. Saya sekolah di SMAN Negeri 4 Pontianak. Ngambil kelas Ilmu Alam. Saya suka kimia, biologi dan bahasa Inggris. Sejak jaman SMA yang saya kumpulkan adalah teman sebanyak-banyaknya. Dan lupa soal pacaran. Ada sih sebiji. Tapi itupun abal-abal dan sembarangan. Dalam arti tidak terlalu intens.
Karna saya dulu males banget rasanya susah-susah dandan dan tampil cantik untuk sekedar berpacaran. Ditambah lagi jadwal hangout dengan teman-teman juga padat. Mana saya banyak peer disekolah. 
Mana saya ikut geng skateboard. yah. Saya adalah skater-girl. Saya juga tomboy nauzubilah ya owloh.
Kaki saya juga pernah broken gara-gara skateboard. Mana dulu gaya dandan saya kaya avril lavigne yg cuek bebek pake kupluk itu? Saya yang sore2 suka maen sepatu roda?
Intinya, pacaran bukan agenda utama dalam masa remaja saya yang menye itu. Karna itulah alhamdulilah saya dulu jadi gak kenal dengan yang namanya galau.
saya juga gak iri tuh kalo ngeliat teman2 lain yang saat itu kebetulan punya pacar dan bahagia. 
Gimana mau ngurusin orang laen atau pacar kalo saya sendiri aja sibuk? hihi. Ditambah lagi, sebelum pacaran kan saya harus minta SIP (Surat Ijin PunyaPacar) sama orang ini :

Siapakah ini? genderuwo?
Bukan lol. Ini adalah BigBoss
Si Boss besar yang kadang sangat santai, kadang menyebalkan, kadang gokil. Tapi lebih seringnya ruining my life but he's a wise guy in the world.
He's my dad, dude ! Dia adalah ayah, bokap, daddy and the greaT Papa. Pokoknya panjang deh urusan minta ijinnya buat pacaran sama beliau.
Tapi itu ga jadi masalah buat saya. Yang penting saya diberi kesempatan mengembangkan pergaulan seluas-luasnya dengan syarat nilai rapot saya harus bertanggung jawab.
Next to the topic, tamat SMA dengan nilai yang alhamdulilah, saya pun menjadi mahasiswa yang imut-imut bergembira. Detik-detik pertama menjadi mahasiswa saya udah deket dan bersahabat dengan seorang pria. Oke. Oke. Dia ini lah si Babyburn.
Menyenangkan sekali bertemu pria ini. Saya seperti memiliki seorang abang / kakak yang bisa ngebimbing saya.
Hingga pada suatu hari dia menawarkan dirinya untuk menjaga saya selama yang dia bisa.Untuk Lebih intens setia sama saya.Menjadikan saya orang yang spesial dihatinya. Membimbing saya. Sekaligus mencintai saya apa adanya. Saya menyetujuinya dan kami membuat komitmen agar kita selalu sama-sama.
Apakah kami bahagia selamanya? Bagaimana saya melewati tahap ini sementara saya ini amatiran? Apa komentar Bigboss ketika saya hadapkan pada seorang pria yang mungkin bisa menyaingi keberadaannya dihidup saya?
sudah lancar kah kisah saya dan dia? belum sodara-sodara
we've got BigBear here. Saya dinasehatin habis-habisan sama BigBoss. God forsaken. Saya paham. Dengan jalan apa yang saya ambil.
Apa pacaran itu? Senang-senang? Menye-menye?
Pacaran bagi saya adalah ajang pembentukan karakter. Cinta-cintaan dan lupa? Bukan itu. Saya harus bisa lebih baik dengan hadirnya seseorang yang spesial dalam hidup saya. 
Pacaran bagi saya adalah saling suport buat ibadah ... bangunin solat tahajud. Solat wajib. Lebih deket sama allah.. Minta persetujuan dan keridhoannya atas hubungan ini.
Minta dibukakan pintu hati.
Pacaran bagi saya adalah komitmen untuk setia. Mengerti dan memahami dia apa adanya. Mengenal lebih dekat keluarganya. Dan membuat saya terpacu untuk lebih baik dari hari kemarin.
Pacaran bagi saya adalah menyerahkan semuanya sama ALLah. Tulus. Menitipkan hatinya kepada yang Maha memiliki Jiwa Dan Raga ini.
Pacaran bagi saya bukan lagi intensnya bertemu muka. Menjemput setiap 24 jam. Bukan itu. Tapi ada di hati. Di komunikasi kami.
Pacaran bagi saya adalah menjaga kesucian cinta itu sendiri. Menjaga kehormatan dan kemuliaan hubungan kami. Hingga nanti jika orang tua RESTU... lalu ALLAH pun SETUJU,... kami disatukan dalam akad yang suci.
Pacaran bagi saya adalah sebuah proses, mengajari saya lebih dewasa dan perasaan rela dihati, akan keputusan allah yang terbaik suatu hari nanti.

Ya ALLAH....
Izinkan saya menggelar sajadah bersamanya
dengan alas cinta yang berujung pada syurga Mu..
Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-MU
Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-MU
Dalam dzikir menyebut ASMA yang tiada akhir
dan Menyukuri ayat-ayat Cinta-MU yang Kau bentangkan pada kami...






