Gratitude Journal 2025

 Tuhanku.. Aku bersyukur atas kesehatan dan umur panjang
Aku bersyukur untuk pekerjaan yang seatled
Aku bersyukur untuk anak-anak yang sehat dan cerdas

Aku bersyukur untuk kehidupan yang selalu beruntung
Untuk suami yang mencintaiku sampai mati

Aku bersyukur untuk semua perjalanan yang aku lewati
untuk semua gunung dan bukit yang aku daki

Aku bersyukur karna aku kaya raya
karna aku sehat dan berumur panjang
karna aku dan keluarga keturunanku selalu beruntung

Aku akan keluar dari Kalimantan Barat
AKu akan hidup dengan seatled di luar negeri
Australia. Switzerland. 


Terimakasih tuhan
terimakasih universe untuk hari demi hari
Untuk suamiku yang mendapatkan pekerjaan yang ia cintai
Yang membuatnya kaya raya
Yang membuatnya sehat
memiliki banyak waktu dengan keluarga

Gratitude Journal (19-20 Desember 2021)

Ya allah... Terimakasih atas karunia kesehatan yang semakin sehat. Semua keluhan tentang perut dan serviks dan perkara rahim dan hormon semuanya tuntas. Sembuh dan sehat.  Darinya akhirnya aku memiliki lagi dan melahirkan seorang anak thanks universe

Aku melahirkan seorang lagi anak lelaki yang sehat. Tampan dan sempurna. Yang menjadi melengkapi kebahagiaanku dan suamiku. 

Aku menemukan bahwa tubuhku semakin kuat. Semakin mantap dan berumur panjang. Aku menemukan bahwa aku dan suamiku bisa menghadiri aqiqah cucu kami. Seneng banget kami memiliki menantu yang sopan pintar dan cucu cucu yang lucu.

AKu menemukan bahwa karirku cemerlang. Tercapai hajat dan cita-cita mama karna aku beneran tembus CPNS sebelum usiaku 35 tahun. Ya allah seneng banget. Aku bisa latsar dan menjadi abdi negara dan bekerja di pemerintah provinsi tidak jauh dari suamiku.

Ya allah seneng banget suamiku dapat bonus bertubi-tubi. 

Tuhanku aku bahagia banget bertemu dengan semua teman-teman PP yang sekarang sudah menjadi bagian dari tim dan keluarga. Mereka menyambut ku dengan sangat baik. Menerimaku. Menjadikanku bagian dari keluarga mereka. Mereka menerimaku dan senang bekerjasama denganku dan menjadi lebih dari rekan kerja tapi juga sebuah keluarga kecil.

Aku bahagia dan bersyukur ya allah hari ini bisa makan sushi otw yang viral itu. Enak. Aku bahagia dan bersyukur menemukan bahwa pada hari ini adalah anniversary pernikahanku dengan adit aku menemukan bahwa dia akan bersamaku sampai ajal dan maut memisahkan kami. Dia akan selamanya setia denganku

Terimakasih ya allah . Aku benar2 mendapatkan tim yang sangat solid. Sangat kooperatif. Tak pernah cepu atau merendahkan. Saling menjaga dan mau ngajarin. Aku mendapatkan leader yang sangat mengayomi. Menghargai semua kinerjaku , membantu aku dalam proses belajar.

Dan sampai tanggal 21 ini aku akan bersama-sama dengan mereka. Mengenal mereka lebih dekat dan mereka pun sangat terbuka dan opened padaku. Dan pertemuan pada hari ini benar-benar berkesan.

Seneng banget ya allah dapat tim yang beneran solid. Tidak ada lagu ketakutan. Insha allah bahkan perkara WFO dan WFH pun bisa dengan sangat mudah terhandle. 

Tuhanku aku bahagia dan bersyukur hari ini bisa banyak berbagi. Bisa makan sushi. Di pontianak susah banget sushi yang enak. Tadi dapat sushi yang enak sekali. Makan bareng dengan tim yang sudah kuanggap sebagai keluarga. 

Tuhanku, AKu bahagia dan bersyukur karna diizinkan menjadi manusia "KELAPA". Kelapa. Dari akar. Batang. Buah. Daun sampai ke tulang2nya bisa dimanfaatkan dan dijadikan sesuatu yg berguna. Manusia yang dimanapun keberadaannya dapat menjadi manfaat bagi orang lain. Aku ingin menjadi manusia kelapa dimanapun aku berada. Di timku. Di pekerjaanku. Di keluargaku. 

Ya Allah aku bahagia dan bersyukur bisa jadi sandwich generation. Diberi kesempatan untuk membantu keuangan keluargaku. Menjadikan ini ladang amal bagiku. 

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tuhanku, terimakasih ya kemarin tanggal 19 desember adalah anniversary ku yang ke 12 tahun pertama kali aku dan adit ketemu. Terimakasih ya allah udah mempertemukan aku dengan lelaki yang begitu mendukungku dari semua hal. Memberikan kebebasan bagiku untuk banyak belajar. Berkarir. Jalan-jalan. Bahkan diberi disupport uang jajan. 

Sungguh aku adalah manusia zholim jika sehari saja sempat mengeluh. Alam sudah menyediakan semua yang aku butuhkan. Mata yang sehat. Badan yang sehat. Otak yang walau tidak terlalu pintar tapi aku punya hati dan keinginan kuat untuk terus belajar hal baru.

Terimakasih ya allah sudah menjadikan dia jodohku. Lelaki yang dengannya aku bisa memilih pilihan yang membuatku bahagia. Yang menyerahkan dan meridhoi semua keputusanku. Tidak mengekang dan banyak menuntu seperti ayahku, tapi justru memberiku kebebasan dan memilih apa yang membuatku bahagia.

Terimakasih ya allah, telah menjadikan Narendra anakku. Seorang anak laki-laki yang lucu dan tampan dan suka nonton yutub rumah tua dan tempat angker (like really) ----- aku memang ingin dapat anak yang pintar. Menjadi orang pintar tapi bukan "orang pintar". Nanti lah aku selesaikan permasalahan hidupku yang ini utk menyelidiki kenapa Narendra suka menonton temapt-tempat ghaib. Anak itu baru berusia 4 tahun like apa yg dia harapkan dengan menonton channel yutub angker?




2022 WISHLIST ! TERCAPAI ! Mission Complete

"Dan aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku"
 
1. Kredit rumah Fajar Asri LUNAS
 2.  Punya aset 5 milyar di saham dan obligasi
 3. Keluhan tentang hormon, KB dan Serviks HILANG dan sembuh
4. Resign dari Ruangguru dan LOLOS CPNS 2022 
5. Liburan berdua sama Adit ke Pulau Jawa
6. Rendra bisa membaca
7. Ikut latsar dan menerima SK CPNS sebelum usia 35 tahun
8. Punya startUp herbal dengan Merk Sendiri
9. Menjadi CEO startUp herbal terkenal yang sudah BPOM
10. Kebeli mobil HRV dan Toyota Rush
11. Kebeli Rumah di Ampera dan kotabaru type 70
12. Liburan ke lombok
13. Punya anak kedua yang sehat dan sempurna
14. Bisa lanjut kuliah sambil jadi PNS (dapat kesempatan kuliah lagi)
15. Punya yayasan sedekah dan jadi donatur tetap yayasan haafidz qur'an
16. Hafal juz amma
17. Punya cash 500juta di rekeninf khusus untuk liburan dan senang2
18. Menjadi philantropis untuk penderita serviks indonesia
19. Pola hidup berubah total dengan Food Combining

Gratitude Journal (01-09-2021)

 Aku bahagia dan bersyukur hari ini masih bisa jalan 1000 langkah
Meeting dengan tenang dirumah makan yang enak sama mama
Bisa ngopi dan nyobain makanan dari cafe baru yang lagi promo di GoFood

Aku bahagia dan bersyukur hari ini masih bisa bikin video buat seleksi Internal Fasilitator
Aku bahagia dan bersyukur hari ini aku bisa terbebas dari divisi sales dan pindah ke divisi HCCA

Aku bahagia dan bersyukur pada akhirnya semua atasanku melihat hasil kerja kerasku
dan menaikkan gajiku senilai 8,7 juta perbulan

Aku bahagia dan bersyukur dana di RDN ku pada hari ini tembus diangka 100.000.000
Aku bahagia dan bersyukur pada akhirnya tuhan menjawab doaku untuk berkarir di bidang SDM dan HR

Aku bahagia dan bersyukur akhirnya bisa punya ipad air dengan casing keyboard set nya yang berwarna pink

Aku bahagia dan bersyukur akhirnya anakku Rendra bisa lancar bicara
Aku bahagia dan bersyukur karna bisa liburan bareng ke pantai sewa villa pas ultahnya rendra

Aku bahagia dan bersyukur sebelum bulan desember aku sudah terlepas dari divisi Sales dan berkarir ke divisi HR dan usahaku serta gajiku naik sesuai dengan kinerjaku

Aku bahagia dan bersyukur punya atasan yang baik dan percaya sama aku seperti Galih kak Raja dan Ka Kartika 

Aku bahagia dan bersyukur tubuhku selalu sehat
Wajah dan badanku bersih dari jerawat

Aku bahagia dan bersyukur bisa punya HRV warna putih sebelum tahun 2022


Ingatlah hari ini.. (Gratitude Journal)

Ya Allah ya Tuhanku ..
Hari ini aku bersyukur karna pulang kerja kehujanan (mobil yang kubeli belum bisa kubawa)
Karna pada hari ini perjuanganku sebagai seorang ibu dan wanita karir
terlihat belum cukup.

Ya allah ya Tuhan ku aku bersyukur hari ini aku masih ada kerjaan.
Masih punya gaji.
Masih bisa traktir adik-adikku.
Masih bisa beliin yupi anakku.
Aku bersyukur slalu sibuk sehingga aku ga sempat untuk ngurusin orang lain
atau mencampuri urusan orang lain.. 

Ya Allah aku bangga dan bersyukur hari ini selain bekerja keras
memimpin tim
dan meeting dengan manager ku, aku bisa memberikan banyak kontribusi dan manfaat

Ya allah aku bersyukur tadi dipeluk sama Rendra 
Diajak main kemping-kempingan sama Rendra
Dipercaya untuk masuk kedalam Kempingnya

Sepanjang perjalanan dan kuyup tadi aku berdoa
berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan orang yang mungkin
iri dan sakit hatinya melihat kedamaian dan ketenangan hidupku

Aku Maafkan ya Allah 
Orang-orang yg tidak ada sedikitpun kontribusinya untuk hidupku
Namun begitu sudi mengurus hal-hal pribadiku dan keluargaku

Aku mengizinkan diriku untuk Memaafkan
Menerima
Dan Mendoakan

Semoga netijen budiman selalu disertai keberlimpahan
Kesibukan yang bermanfaat. 
Sehingga cukup untuk menyibukkan agar tak mengusik kebahagiaan dan keseimbangan hidup orang lain.

Im Free. Aku sudah ikhlas dan Memaafkan.
AKu putuskan untuk memaafkan.
Terima Kasih

Law Of Atrraction (The Secret by Rhonda Byrne)

Hari ini aku mempelajari hal baru. LOA. Law of Attraction. Bahwa semesta memiliki semua keterikatan dan pengaturan yang sebenernya sesuai dengan pikiran dan persangkaan kita. Dulu di 2009 aku pernah membuat sebuah mindmap or VB or whatever you called it. Vision Board ini memjuat semua impianku dan ternyata kurang dari 10 tahu kemudian

AKU MEMILIKI SEMUANYA.

LOA bukan tentang harus mendapatkan semua yang kita mau. LOA adalah tentang berani bermimpi dan memvisualisasikannya tapi tetap ikhlas dan tulus serta menerima jika hal tersebut tidak tecapai. LOA adalah bagaimana kita berani memproyeksikan keingininan dan impian namun tetap santai dan nothing to lose serta berserah kepada takdir. LOA tidak memaksakan takdir.

AKu mempraktekannya lately. 

Dan it works. Manager di People Partner yang aku harapkan akan menghubungi ku, benar-benar menghubungi disertai tawaran-tawaran lain yang menakjubkan.

Hari ini adalah hari ke 12 aku merubah semua pola hidupku. Jalan 1000 langkah perhari. Minum air putih yang banyak. Journalling dan banyak hal lainnya. Sebentar lagi usiaku bertambah. Jatah hidupku berkurang. Aku harus memperbaiki diri dari sekarang. Jika aku tak bisa berbuat banyak untuk orang lain setidaknya ada perbaikan dari diri sendiri. 

Oh ya aku juga membeli beberapa buku yang sudah masuk kedalam whistlist ku untuk kugarap. Yang terbaik tentu saja karangan Felexandro Ruby. You Do You. I wish i found this book when i was younger. Beberapa buku lainnya seperti educated dan the things that you can see only when you slow down. 

Di dalam LOA diajarkan untuk membuat visualised hal yang menjadi impian kita. I've got one.




Ini kubuat menjelang usiaku yang ke 31. Mari kita usahakan. Upayakan dan serahkan kepada Allah. Biar jalan takdir yang akan menarik hal-hal baik didalam hidupku. 

Bismillah...

Dear Eulis Maharani

Makasi ya sayang udah bisa bertahan sejauh ini. Makasi udah bisa survive dan kuat selama ini. Makasi udah mau belajar dan jatuh berkali-kali. Makasih udah mau effort banget buat ngejar semua yang kamu pikir adalah benar.
Eulis, Gapapa kok jika suatu hari kamu pengen santai seharian..
gapapa kok misal ada dalam suatu waktu kamu tu males-malesan..
gapapa jika dalam satu hari kamu pengen scroll sosmed seharian..

Its totally okay.

Gapapa kok misal kamu capek berkarir terus pengin istirahat dan jadi IRT
Gapapa kok misal kamu tetep pengen kerja juga gapapa
Its totally oke kok lis. Di 2021 di usia yang ke 31, kamu boleh take a break

Meresign ulang apa yang selama ini jadi impian kamu.
Mendevelop ulang apa yang selama ini attach buatmu

Kamu boleh santai.
Kamu boleh menikmati hidup.

Living ur life. In every second ya lis.
Kamu luar biasa. 



Pengalaman dengan IUD alias Spiral

Oke langsung aja ya. Hore Udah hampir 2 tahun gw ber IUD !!!!! Nyiahahahaha *ketawasetan

Jadi pada hari itu, tepat usia anak gw 6 bulan, gw dapet mens pertama setelah melahirkan yang menurut jurnal yang gw baca, bahwa gw udah masuk masa subur yang artinya bisa HAMIL lageh kakak hahaha.

Gw pun kemudian riset dan trial eror sebelum akhirnya gw memutuskan untuk ber-IUD. Sebelumya gw dan Ken udah mencoba beberapa jenis KB dan gw merasa kurang sreg sampe akhirnya IUD menjadi pilihan terakhir dan ternyaman bagi gw sekarang.

Mengapa gw bilang ternyaman, karna gw udah coba KB pil. You just name it. Dari yang murah ampe yang mahal. KB pil efeknya di gw yang pelupa ini sangat fatal kalo minumnya belang betong. Bisa bikin flek ga selesai-selesai dan yang paling nyebelin itu efek migrain dan jerawatan parah di gw.

Gak heran. Karna emang KB jenis PIL ini kan mau apapun merknya dia mainnya ke hormon ya yang pasti itu NGARUH ke badan gw. Gak bikin gendut sih tapi Migrain dan jerawat parahnya gw gak tahan.

Curhatan mak emak per SUNTIK an yang gw rangkum di FB :

Ada yang haid ga selesai selesai ...

1.  bunda...adakah yg mengalami kb suntik 3 bulan...tp haid terus mnerus ..ini udah lbh dari 2 bulan kya gini..kdang ada darah kya mens..tp kdang cuman spotting aj..
Kepikiran bgt gmn cra ny biar brenti haid nya.
Kt bidan ny gpp...tp ttp aj ga nyaman pke bgt...apa hrus ada pmeriksaan lbh lanjut???..
Mhon info nya bunda.


Karna KB suntik dan pil mainnya di hormon, jadi SANGAT beresiko sekali kalo lo ada bakat kista, tumor, miom atau punya keturunan dan gen yang pernah kena kanker :

2.Malem bunda2 semua...ada yg masih melek g nih
Sy termasuk anggota baru disini, baru 3 bulanan jd new member.Mau sharing nih... babyku usia 6m kurang 4d .sy blm kb sampe skrg krna ada riwayat operasi FAM d PD kiri.. 


wktu hamil muncul benjolan d PD kanan..smpe worry sih krn itu benjolan stay smpe baby usia 2bulan... bebrapakali konsul sma bidan nyaranin buat KB non hormonal,IUD aja ktnya aman...bener2 worry bgd sma yg berhubungan dg suntik . konsul k SPog ktnya gpp pake kb suntik 3 bulan... tp sejak babyku usia 3m , Alhmdulillah benjolan makin mengecil... sepertinya juga ilang... krna ada riwayat fAm jd tkut itu FAM ato kelenjar air susu 
Rencana klo baby lulus ASI eksklusif 6m sy mau KB...tp galau tingkat dewa nentuin kb apa 
Buibu ada yg ngerasain hal yg smaa? Ato ada suggestion buat saya? 
Dan badan yang semakin melar seperti kasus dibawah ini 

3.mau tanya adakah yang pake KB suntik trs berat badan nambah trs badan jadi melar? adakah KB yang gak melar? aku sdg mncoba ganti pil,
krn aku KB suntik gak haid...
adakah yang kb suntik tp bisa haid tiap bulan


Ngeri gak sih lo?
Dan banyak curhatan lain yang gw baca di grup makemak disindang tentang PIL dan SUNTIK kabe itu.

Gw kemudian beralih ke KB indomaret alias kb kondom. Yang ini juga dirasa kurang nyaman bagi gw dan gak praktis juga. Gw analogikan ibaratnya, lo ngupil, tapi pake sarung tangan. Enak gak? #silahkanngakak

Hingga suatu hari gw curhat sama nyokap gw soal hal ini. So far, nyokap gw agak kaget juga sih kenapa gw dengan sigap, mau pasang KB. Dan untungnya sama dengan suami gw, dia paham keputusan gw seperti yang udah gw ceritakan di sini, bahwa gw mau fokus ngurus satu anak dulu baru soal nambah gw pikir-pikir dulu deh mak.

" Coba kamu spiral (dalam bahasa keren sekarang IUD) dulu mama memberi jarak ke kamu dan adek-adekmu pake spiral. Mama ga cocok pake pil. Suka migren dan pendarahan malah. Pake spiral bertahun-tahun , aman." Kata emak gw memberi saran.

Gw pun mulai googling dan mencari tau sebanyak mungkin tentang spiral ini. Kesimpulan yang eik dapatkan adalah :

1. Spiral atau IUD ini ada beberapa macam. Nova T dan Cooper T. Untuk menentukan mana yang cocok buat lo, lo kudu konsul ke bidan / SPOG karna ukuran rahim setiap cewek itu beda-beda.

2. IUD ini non hormonal. Yang artinya aman gak ngaruh ke berat badan, mood swing, karna yang diatur bukan hormon kita (beda sama implan, suntik dan pil)

3. Sekali pasang, bisa buat 5 tahun. Yang menurut gw hemat ya jatohnya daripada suntik per tiga bulan or sebulan sekali. #teteupandalanemakkere #emakkere

Dan yang pasti,gw udah bertekad, bahwa hidup ini harus terencana termasuk punya anak. Karna itu gw bertekad bulat sudah. Untuk pasang IUD. Jeng... jeng.. Hari yang dinantikan pun tiba.



Bagi sebagian orang sotoy yang suka komen nakutin pasang iud ngeri lah. Sakit lah. Takutlah. Gw akui, AWALNYA gw jiper juga. Logikanya kan dulu eik melahirkan normal ya, gw cuman ga siap aja kalo deep down there kembali dikutak katik dan ada benda asing di rahim gw. Semakin gw googling, semakin beragam komentar orang-orang yang gw baca tentang IUD.

Daripada gw pusing. Bodoamat dah. Screw it! Ill do it!

Hari yang dinantikan pun tiba. Karna dari awal gw udah jiper duluan dan membuat ke jiperan gw berkurang maka gw mencari Bidan/Obgyn yang udah gw "kenal". Biar ada keterikatan batin haelah paan sih. Saat itu gw pasang sesuai Instruksi alumni mak emak yang pernah pasang IUD yaitu Pasanglah IUD saat mens hari ke 3-5 saat sedang deras-derasnya. Gunanya untuk memudahkan iud melesat syutt bagaikan belut karna saat haid itu rahim lo membuka sehingga lebih mudah bagi IUD untuk fit in disana.

Gitu datang, Bidan Ijah yang dulu ngehandle gw lahiran Narendra tersenyum ramah. Gw emang sejak sminggu lalu nya udah buat janji ama dese. Jadi pas hari yang dijanjikan, dese udah menyiapkan IUD Nova T yang gw mau. 

Kenapa pake NovaT? berdasarkan review yang gw baca NovaT adalah IUD besutan jerman yang paling lentur, mungil dan ga cerewet. Bentuknya tuh lbh mini lebih lentur *katanya. Dan memang gw sudah membuktikan, Nova T sukses bikin gw nyaman selama hampir 2 tahun ini. 

Lanjut cerita Bu Bidan, gw ingat saat itu bulan july tahun 2016 gw pasang IUD. Berbekal sedikit keberanian gw pun datang ke Bidan ijah. Bikin kartu akseptor. Kemudian naik ke singgasana :D

Syut. Syut. Ga ada nyampe 5 menit kelar. #Lah
Gw kaget

" Udah begini doang?"
" Lah udah dong. emang mau ngapain lagi?" Kata bidan tersenyum.

Gw keluar dari singgasana dengan penuh senyum kemenangan. Muahahahahah. Ternyata tidak separah yang dikoarkan orang-orang. Sakitlah. Ngilu lah. Mungkin karna emang gw pasangnya pas mens hari ke 3 pas deres-deresnya.

Ditambah lagi kata bidan, benangnya udah dia potong jadi pas HB gak mengganggu. gw sih ga paham ya ama beginian kan waktu itu belum test drive ama suamik.

bayar 450rb ama pasang dan obat gw pun pulang. 1 bulan pertama adalah flek-flek ga jelas gitu. Kram kram dikit. Tapi masih bearable . 6 bulan berikutnya siklus mens jadi lebih panjang. 2 mingguan. kadang suka kram2 kecil. Buts its all okey. pas gw konsul sama Obgyn (skalian USG letaknya) ini normal sbg tanda adaptasi badan nerima IUD.

Setelah 6 bulan everything was fineeee im sooo happy. Lancar aman jaya. Sex juga still awesome bahkan lebih aman dan nyaman aja rasanya karna ga perlu repot2 self control tanggal, pake kondi or else. Suami juga nyaman - nyaman aja. Akutu cinta sama IUD akutu.

2017 setahun gw pake IUD dan gw USG periksa letaknya. Kontrol rutin tahunan. Plis deh ya klo lo pake IUD jangan males kontrol biar bisa slalu pastikan posisi dan letaknya. Karna gw liat ada ibu2 yg pasang IUD tapi malas kontrol giliran ada masalah nyalahin IUD nya.

Update 2019 ***

Huaaaa sudah 3 tahun gw ber IUD dan so far nyaamaaan banget. Badan tetep langsing karna IUD ini non hormonal. Ga migren lagi. Barusan tadi gw abis kontrol USG untuk ngecek IUD gw dan semua baik-baik aja (kontrol rutin tahunan)

Gw seneng dan bersyukur banget udah kenal sama IUD ini dan cocok pula. Serasa ketemu jodoh deh. Mana mens pun teratur tiap bulan. 
Intimate sama suami juga lancar jaya. 
Gw cinta ama IUD.
Oia pengalaman gw dengan IUD ini jg gw share di IG ya @Nonasunda

Semoga bermanfaat



 

Memutuskan Ber-KB

Hidup itu menurut gw harus terencana. Jangan mau apa-apa tunggu takdir. Kebobolan Sudah takdir. Salah satu perencanaan yang menurut gw harus ada didalam hidup adalah tentang punya anak. 

Seperti yang udah kalian baca di postingan ini, bahwa gw yang aslinya santai kayak dipantai dan slonong boy ini akhirnya ngerasa repot banget sangat repot saat gw harus berurusan sama ANAK BAYI yang merupakan bayi gw sendiri yang lucu seduniakaherat itu.

Kasi makan. Mandi. Ngerengek. dan lain-lain. Gimana ketika lo punya bayi semua jadwal lo yang udah tersusun rapi bisa jadi berantakan sesuai dengan mood dan keadaan si bayik tersebut.

Punya anak merupakan keputusan besar dalam hidup dan pengorbanan tiada tara bagi manusia super egois milenial kayak gw.

Siapa yang mw nge judge gw ga becus urus anak? Yes, i am. Gw emang belum bener ngurus anak. Dan maka itu gw gak berhenti belajar. Dan gw tau diri gw belum becus nge handle SATU anak artinya gw belum siap buat punya anak lagi yang gw urus sendiri  ga pake mebel-embel nitipin anak ke ortu/mertua/keluarga ya --- at least dalam waktu dekat.

Gw mengukur tingkat ke bloon an gw dalam kepengurusan anak bayi dan tetek bengeknya dan gw menyimpulkan kemudian bahwa : Demi tingkat kewarasan ibu, tingkat kebahagiaan dan mendidik anak yang super happy dan bahagia, gw memutuskan untuk memberi jarak Narendra dan calon adiknya selama kurang lebih 5 tahun.

"Ah elu mah mana boleh gitu, anak itu rejeki. Rejeki ga boleh ditolak, jeung.." betul memang anak rejeki. Tapi gw gak nolak gw hanya memberi jarak untuk memastikan anak pertama gw ke handle dengan baik di tahun-tahun emas pertamanya.

Bahwa kapasitas kesabaran dan otak gw dalam perencanaan sepertinya sementara ini cukup untuk nge handle suami dan satu anak saja yang mulai aktif dan rusuh ini. Maka dari itu gw memutuskan memberi jarak.

Gw kemudian membicarakan hal ini dengan suami gw. Thank God dia merupakan suami yang demokratis dan pernikahan gw sama dia adalah pernikahan persahabatan jadi dy menyerahkan sepenuhnya keputusan di gw dan meridhoi semua keputusan gw ini.

Sebagai wanita gw punya rahim dan gw berhak menentukan nasib dan masa depan rahim gw ini. Pemberian jarak dan segala macemnya itu adalah tanggung jawab gw sendiri. maka dari itu gw pun mulai riset KB dan kontrasepsi yang pas. Yok mareh kita bahas satu-satu hasil riset gw.

KB "alami" : Gw bergabung di salah satu grup emak-emak per-nenen-an di Fb dan banyak emak2 yang dengan bangganya bercerita akan keberhasilan KB ini. Yang gw kamsud di KB alami ini adalah dengan menghitung masa subur dan "buang di luar".

"aku dong jeung jarak anak pertama ke dua 3 tahun ga pake KB , cuman Kb alami ajah yg penting kontrol diri kita dan suami jeung harus sama-sama pengertian dan ngalah saling mengingatkan.."

" Aku jeung bisa kasi jarak 2 tahun anak ke 1 dan ke 2 dengan KB kalender asal kita tau masa subur kita hindari Hb di masa subur.."

Dan seterusnya..

Dan dalam pikiran gw cmn satu : Soal kontrol. Menurut gw sex dan Hb dalam pernikahan itu kebutuhan mendasar yang bagi gw dan suami harus nya gausah diatur-atur. Harus gini harus gitu. Harus liat tanggal. Harus terjadwal. Nggg... kok kayaknya agak berat ya? ditambah lagi ya nih gw beberkan hasil riset bahwa KB alami yg digembar-gemborkan emak-emak yang sampe sekarang gw bingung alasannya kenapa takut kb, bingung mau kb apa, takut disuntik,  KB jenis ini sangat RAWAN kebobolan ya neik. Percaya deh sama gw.

Setelah gw riset dengan seksama daripada tingkat keberhasilannya KB jenis ini lebih banyak tingkat KEGAGALANNYA dan berakhir dengan kebobolan anak ke-2 ke-3 dst dimasa anak sebelumnya masih kecil, masih ASI dan butuh kasih sayang. Dan gw banyak baca postingan galau makmak di grup ASI dan MPASI itu sambil mamerin tespeck garis dua yang isinya :


" Bunda mhn pencerahannya ini positif apa negatif ya hasil tespek ku galau ni bun anak masih 13m aku udah isi lagi. Garisnya satunya terang satunya samar mohon pencerahannya bun..."


" Ga tau mau seneng atau sedih anak masih 7bulan dan masih ASI aku udah telat seminggu bun dan barusan tespek ternyata garis dua mohon sarannya gimana supaya tetap bisa menyusui selama hamil dong bun... "


" Bunda mohon semangatnya dong gatau musti ngomong apa kaget pagi2 tespek garis dua, anak masih kecil, ngasi tau mertua dan ortu mereka pada nyalahin kenapa gak KB anakku masih 11months bun dan masih ASI mohon tips gmn ngehandle 2 bocah dengan usia berdekatan..."


Nggg.... Jujur aja kalo gw ada di posisi itu gw juga gatau harus ngapain. Yang pasti gw akan bingung.



Gw kemudian membicarakan soal anak - jarak kelahiran anak-things ke laki gw. Dan untungnya laki gw menyerahkan semua keputusan jarak-menjarak ini ke gw. Karna, pada akhirnya kalopun gw dikasi rejeki hamil lagi saat anak gw masih kecil yang repot ngurusin, nyusuin, kasi makan itu adalah gw.

Dan mempertimbangkan bahwa anak gw masih kecil dan gw pasti nyusahin orang bwt bantuin ngerawatnya (jangan ngomong klo gw bisa minta bantuan emak dan mertua gw yg udah sepuh buat ngurusin bayi ya, gw NO) Kasian bgt ya bok ortu udah dari kecil ngerawat kita, ngerawat suami kita ehhh udah tua harusnya istirahat leyeh2 menikmati masa tua bersama cucu yang lucu harus ditambahin NGURUSIN segala urusan cucu dari makan. mandi. kasi susu. Ya allah..... ga kebayang deh.

Jadi, punya anak lagi sebelum anak gw yang pertama masuk TK , okethxbye !

Gw akhirnya memutuskan untuk ber-KB.

Untuk perjalanan gw mencoba beberapa jenis KB akan gw buat postingan selanjutnya. Sampai akhirnya gw ketemu JODOH kb yang bener - bener enak di gw dan gw cocok banget hemat pulak. See the next postingan yah. ciao.

Perjalanan Mencari RUMAH di Pontianak (part 2)

Baca part 1 nya disini

Lo percaya gak kalo dalam mencari rumah itu jodoh-jodohan? Rumah itu sama dengan JODOH. Kadang lo udah ngerasa yakin tapi tangan Tuhan mengarahkan ke jodoh yang sebenarnya. Dulu gw gak percaya hal tersebut. Tapi sekarang gw mengalami sendiri.

Lo akan kaget sendiri gimana Tuhan mempertemukan dengan sebuah solusi. Yang sesuai budget lo dan sesuai dengan niat awal lo yang gamau lama-lama ngutang KPR.

Jadi cerita gw di postingan sebelumnya bahwa gw udah booking 1 unit ditempat yang menurut gw, gw jatuh cinta sama lokasi nya dan setidaknya tanahnya agak luas dibanding tempat-tempat yang dulu gw survey.

Tapi dalam hati gw terus mikir. Setiap hari gw ucapkan dalam doa. Kredit KPR ini memang murah. Perbulannya okelah tercover. Makin lama makin kecil nilainya karna kan bunganya flat tapi gw nyicil selama 20 tahun.

Tapi 20 tahun ngutang KPR itu bukan waktu yang sebentar.

Gw bisa mempersingkat waktu cicilan KPR gw menjadi 15 tahun dengan DP yang lebih besar. But, still. Gw tetap kena biaya akad yang gak sedikit yaitu 9jutaan.

Dan sebesar apapun DP gw diawal tetap gw paling banter kena 10 tahun nyicil.

"ah.. gapapa nyicil kan lama-lama kerasa dikit uang segitu."

Tapi gw gak dididik seperti itu gaes. Gw diajarkan untuk sebisa mungkin menghindari hutang justru gw diajarkan memperbanyak aset. Bokap gw ngajarin lebih baik kelaparan dan makan pake garem daripada berhutang. Apalagi berhutang ke bank yang bunganya bikin lo rugi. Sampai puluhan tahun pula. Terserah buat lo yang udah ambil KPR 15 tahun or 20 tahun. Tapi gw gak kebayang dalam waktu selama itu nyicil ga lunas-lunas.

Hingga suatu hari ada orang yang menawarkan rumahnya. Beserta tanah yang lumayan luas 9x21. Rumah sudah dibangun dengan cara over kredit. Sisa angsuran hanya 6 tahun lagi. Tapi dia meletakkan harga yang sangat tinggi.

Jumlahnya dua kali lipat dari tabungan gw. Gw kemudian survey. Dan insting gw kemudian bermain. Hal-hal dibawah ini sengaja gak gw sampaikan sama si penjual. Karna ini nilai plus bagi gw. Gw ceritakan disini supaya bisa jadi pembelajaran buat para pencari rumah untuk menetapkan standar rumah seperti apa buat lo tinggali.

Lokasi : Lokasinya lumayan. Gak rame dan gak crowded tapi gak jauh2 juga dari pusat kota. Akses kesana bisa masuk mobil. Kanan kiri udah ada warga. Lingkungannya adem. Banyak pepohonan. Ada sungai nya juga didepan komplek. Sekitar 5 rumah dari rumah gw, ada mesjid. Jalan depan komplek sekarang lagi diaspal hitam.

Kualitas bangunan : Rumah ini kisahnya seperti ini , jadi si pemilik rumah ini sebut saja namanya Bu Bunga, membeli rumah di komplek ini dengan niat untuk dia tinggal permanen. Jadi sejak awal pembuatan rumah dia udah request pondasi dan bangunan terbaik. Beda sama tetangga-tetangga di sebelahnya. Itu bisa gw liat dari pondasi depan rumah tetangga kanan kiri udah pada rapuh dan melengkung tapi Rumah ini beda. Bentukan plafon depan rumah begitu kokoh ditambah dengan teralis besi. Teras depan sudah di renovasi dengan keramik.

Masuk kedalam, gw cek tinggi plafon dengan lantai. 4 meter. Itu artinya rumah ini sejuk. Gw cek kamar dan kualitas keramik (rumah ini sudah berusia 4 tahun tapi keramik ga ada yg retak atau miring) Bu Bunga ga pernah menyangka bahwa kemudia ternyata mertuanya beliin dia rumah di siantan (cash) sehingga rumah ini kemudian tak berpenghuni.

Dengan keadaan sudah full teralis. Ditambah bagian belakang, Wc dibuat terpisah dengan kamar mandi. Dengan pondasi bagus cakar ayam. Tinggal nanti gw melanjutkan pembangunannya.

Tetangga : Sebelumnya gw cek ibu-ibu disebelah rumah gw yang saat itu gw liat anaknya usia sekitar 7tahun sedang main air. Gw tanya gimana akses air ? lancar pake mesin dengan sumur bor dan filter penyaringan (gak heran. rumah ini dekat sungai soalnya) gw tanya ibu disini pernah banjir gak. dia jawab selama 4 tahun dia tinggal disini gak pernah sekalipun banjir. Gw cek tanahnya juga. Bukan gambut.

Overall rumah ini worth it. Tapi dia pasang harga tinggi juga. Wajar. Dulu ibu bunga DP nya aja 25 juta. Angsuran udah sekitar 42 juta. Dia udah renov tambah pondasi belakang keluar uang sekitar 30juta.

Dan penawaran dia ga masuk budget gw. Gw naksir. Kemudian gw sebutkan nominal tabungan gw (yang kalo dia setujui sebenarnya dia rugi) gw bilang uang gw adanya segitu buat over kredit. Dia gak mau. Rugi saya. Saya udah hampir keluar 100 juta buat rumah itu.

Yasudah. Gw tingalkan pesan kira-kira isinya begini

" Mba Bunga, saya adanya dana segini kalo memang mau berarti rumah ini jodoh saya."

waktu kemudian berlalu. Seminggu kemudian Ibu Bunga menghubungi gw dan mengiyakan. Gw kaget. Ternyata setelah gw telusuri Ibu Bunga habis kena musibah hutang harus ganti biaya pengobatan mertuanya yang sakit (dan baru meninggal). Dia juga ngeluh sekarang dia udah gak kerja lagi. Ini rumah udah gak begitu jadi prioritas dia buat diperjuangkan. Mana dia nyetor lagi tiap bulan kan. Sedangkan dia udah ga kerja. Dia juga kena tagihan kartu kredit yang lumayan banyak untuk pengobatan mertuanya. Dia udah pusing mikir tiap bulan kudu bayar angsuran rumah itu lagi.

Singkat cerita atas tawar menawar yang alot deal sesuai jumlah tabungan gw yang hanya seharga setengah harga dari penawaran ibu bunga. kita kemudian ke bank dan mengecek kebenaran surat dan keabsahan rumah ini. Bahwa memang benar rumah ini atas nama Ibu Bunga dan dia udah mengangsur sebanyak sekian kali tanpa menunggak dan rumah ini sudah diangsur selama 4 tahun dan hanya sisa 6 tahun lagi sebanyak 1juta perbulan kemudian LUNAS.

Entah bagaimana gw harus mengucapkan syukur. Ini jauuuuuh lebih baik daripada harus mengangsur 20 tahun. Dengan keadaan rumah yang sudah mantap sudah setengah renov dan tanah luas hampir 1 kavling.

Dengan lokasi adem dan asri ada sungai dekat dengan mesjid.

Dan betapa rejeki, jodoh, rumah dan hal hal kek gini itu udah Allah atur.

Perjalanan Mencari "RUMAH" di Pontianak (part 1)

"Liburan perlu? PERLU. Tapi sebelum lo liburan keliling dunia dan lo udah berkeluarga, LEBIH PERLU siapkan untuk punya rumah sendiri. Sekeren apapun liburan lo, se-vitamin-sea apapun laut yang lo kunjungi, tetap juara RUMAH SENDIRI. Karna pada akhirnya sejauh apapun lo pergi, tetap Baiti Jannati. Syurga itu ada dirumah MILIK LO SENDIRI" --- Quote dari siapa gw lupa --- tapi selalu gw ingat


Entah siapa yang bikin ini quote dan gw juga lupa baca dimana, yang pasti quote ini secara ga langsung masuk kedalam otak dan pikiran gw. Dan memang masuk akal. Kapanpun lo bisa liburan. Maskapai penerbangan makin banyak dengan harga bersaing. Ditambah lagi kadang harga promo dari situs liburan bikin sebenarnya biaya travelling itu murah. Beda sama properti !

Lo gabisa liburan taun ini, ga masalah. Tapi saat didepan mata lo ada properti murah, dan lo NUNDA buat beli padahal dana ada, maka lo RUGI. Kenapa? karna ga ada satupun nilai properti itu turun. Makin taun makin naik. Apalagi kalo lo dihadapkan sama orang yang jual properti itu dia jual cepet, karna butuh uang, dan gak lo beli, maka merugilah engkau. Setidaknya itu yang diajarin bokap gw.

Jadi tahun ini, januari 2018, gw membuat sebuah keputusan besar didalam hidup gw. Yaitu memiliki rumah. Panjang sebenarnya perjalanan gw mencari rumah ini. Dan akan gw ceritakan....

Pontianak. Sebuah kota kecil dimana gw tinggal. Ini adalah tahun kedua pernikahan gw dan Ken. Sebenarnya keinginan memiliki rumah udah ada sejak awal gw nikah. Tapi susah punya suami yang kurang begitu paham investasi atau ga peduli pada investasi. Dia berpikir bahwa dia udah ada tanah dan rumah (which is itu ditempatin ortunya) dan dia berpikir gw juga udah punya rumah (which is itu rumah ortu gw) dan "sebenarnya kita ga perlu rumah."

Gw bersyukur sejak kecil gw dididik untuk jeli melihat peluang. Pikiran kek gitu gak masuk di otak gw. Saat jokowi wara-wiri membangun beberapa jembatan di Kalbar ini gw udah membatin, kelak properti akan berkembang dan kota ini akan menjadi besar. Gw harus cari rumah dari sekarang. Gw kemudian melakukan riset.

Gw riset harga properti mulai tahun 2014-2016. And you know what? 115jt - 125jt - 130jt dan terakhir akhir 2017 harga rumah type 36 (dengan lahan yang gw gatau kenapa makin taun makin dibuat sempit) sekarang bersarang di harga 140jt an.

Gila. akhir 2017 aja harga rumah 140jt-an itu lahannya juga ga gede-gede amat. Kurang dari sekavling. Dan semua agen properti gw cek, semua kasi embel-embel booking sekarang. 2018 harga naik.

Gw gak masalahin booking2an nya men. Tapi kenaikan properti ini jauh melebihi kenaikan gaji lo lo pade. yang artinya even kalo lo simpan uang tabungan lo di reksadana, dan itu naik melebihi inflasi, tetep kalah ama kenaikan rumah dan properti ini.

Itu artinya, klo lo ngerasa aman punya dana besar yang lo simpan di reksadana karna bisa aman dari inflasi dan posisi lo belom punya rumah pribadi maka lo BEGO. Atas riset itu, gw kemudian membicarakan hal ini ke ortu gw dan ke suami.

Tanggapan emak gw : Mama ga bisa bantu kamu kalo kamu butuh cash sekarang. Dan lagi kenapa ga sabar aja ? nanti kan kalo kita ada dana besar kamu bisa beli rumah yang kamu mau. Cash. (dalem ati gw, siapa juga yg mau minta duit mama? gini-gini gw paham emak gw udah janda dan gw bukan type anak yang nyusahin orang tua suka minta-minta ini itu. Kalo gw bisa usaha sendiri, gw usahakan punya apapun yg gw mau tanpa ngerepotin orang tua)

Tanggapan suami gw : masih seperti biasa. Ngerasa AMAN. ngerasa belum butuh rumah. Lebih ke " ya elaaaah.... ntar aja kenapa." dan deep inside feeling gw, dia SALAH. Kalo gw ikut2an santai kayak dia, gw bisa nyesel. Dia salah. Sangat salah karna berpikiran kyk gitu. (dan omongan gw ini gabisa dibuktikan sekarang. Kelak, suatu hari di 2025, suami gw akan mengerti) dan dia akan ber oooooo panjang atas keputusan ini. Insha allah! liat deh!

Pencarian kemudian dimulai. Awalnya kami mencari tanah kosong untuk kemudian kami bangun pelan-pelan sesuai keinginan. Hal yang paling awal gw lakuin adalah menentukan LOKASI.

Lo mau tinggal di lokasi mana?

itu dulu di tancepin dalam hati. Gw dan suami udah memutuskan untuk ga akan pernah melirik daerah sebrang (alias tanray-tol 1-tol 2- beting) dan kawan-kawannya. Pokoknya yang lewat-lewat tol aduh maaf aja bukan gw gimana, gakuat macet kalo udah high season. Pengalaman suami gw kan ortunya tinggal di siantan itu yang dekat tugu khatulistiwa, masya allah. Kalo lancar ke kota 1 jam men. Kalo macet bisa 1 jam lebih pake mobil pake motor sama. Jangan lupa juga para pengendara barbar disana yang suka nabrak lampu merah, gonceng tiga dan tanpa helm. Minta ampun minta maap deh gw membayangkan kalo tinggal disana gw harus berhadapan dengan macetnya tol, pengendara barbar dan polusi panas karna daerah sana kan khatulistiwa ya. Gak heran daerah sana harga tanah dan rumah pada murah. Jauh lebih murah daripada di kota.

Gw kemudian lebih tertarik di daerah kotabaru, pal atau serdam. Alasannya? deket kota. Lalulintas nya tertib. Jarang macet. Jarang ada org gila gonceng tiga ga pake helm dan nabrak lampu merah semau hati. Jarang ada tronton.

Pencarian kemudian kami fokuskan ke daerah kotabaru. Ampera. Pal dan perdamaian. Dari satu perumahan ke perumahan lain. Problemnya sama. Harga lumayan bersaing tapi ukurang tanah makin lama makin kecil. Kalo dulu orang beli perumahan, maka dapatnya sekavling (10x20m) makin kesini makin kecil. 9x15 . 8x14. 7x15. gw cuman yang what??

gw kemudian males cari rumah lagi. Lebih fokus ke cari tanah kosong karna emang rencana kami mau pindah itu tunggu anak gw paling gak 2 tahun keatas. Sama aja. Tanah yang dibawah 100jt daerah kobar dan pal ampera perdamaian, susah. Tanah udah pada mahal.

Sampai suatu hari, gw post iklan di fb. kira2 begini spesifikasi rumah yang gw cari :

Cari rumah lahan luas (min 9x20) dengan pondasi cakar ayam, bebas banjir, ada saluran air, rangka atap baja ringan, jalan komples min 5 meter dan lokasi menuju kesana bisa masuk mobil.

Sampai gw survey. Sekali dua kali kemudian kecewa. Kecil bangeeeet men! bener-bener klopun bangun rumah gw sendiri jadi bingung gimana mw renov karna sisa lahan kecil banget.

Hingga suatu hari gw menemukan sebuah komplek di ujung jalan perdamaian yaitu di jalan wak gatak, Tanjung Bunga dengan luas tanah 8x18 dengan lingkungan yang asri. Booking 1 juta. Akad 9juta. Dp 10%.

Gw booking satu rumah disana. Nomor 36B.
Karna udah ngerasa jatuh cinta dengan perjalanan menuju lokasi yg hijau, laki gw juga udah setuju kita sepakat booking.

Gw seneng. No. Dalam hati gw terngiang bahwa pengambilan kredit KPR selama 20th ini. See? whats 20 years be like. 20 tahun ini gw bakal nyicil rumah sampe anak gw masuk kuliah. Iya.

Itu artinya gw terikat hutang selama 20 tahun cicilan tiap bulan. Man, 20 tahun itu LAMA ! dan batin gw berujar

Ya allah.. Gw gamau berhutang selama itu.

Cerita bersambung ke part 2 ya :) stay tune

Siapa Narendra? #bayi9bulan

Hal yang paling baru banget bagi gw sekarang adalah menikmati susahsenangemosi menjadi seorang ibu. 9 bulan yang lalu gw ditakdirkan melahirkan seorang bayi laki-laki dan sekarang dia udah berusia 9 bulan.

Gw gamau ikut kekinian memperlakukan anak gw seperti dan seekstrim anak-anak arteiss yang lagi in sekarang. Karna menurut gw, setiap anak itu berbeda. Seperti Narendra. 9 bulan ini gw belajar "mengenal" siapa dia. Apa yang dia suka. apa yang dia ga suka. Apa favoritnya. Apa yang bikin dia seneng. Apa yang bikin dia badmood. Dan semuanya bakal gw rangkum di tulisan ini sebagai milestone perkembangan dia biar dia bisa baca suatu hari dan sebagai pengingat aja buat gw.

1.  Dia suka digendong dan suka nenen. Literally bener2 suka gendong dan nenen. Apapun kesedihan dia, ke badmood an dia kalo udah kena gendong dan nenen, dia bisa langsung diem. back to the good mood. Dan itu sangat berguna buat gw. Karna ini menunjukkan kalo Narendra tuh bukan anak yang suka rewel ga jelas gitu. Poin yang gw tangkep adalah : dia ingin selalu dekat sama kita. Ingin disayang. Ingin diperdulikan. Dan ga suka di cuekin.

2. Jangan ganggu dia saat asik tidur. Fatal akibatnya kalo dia tidur ga puas. Dalam arti klo dia tidur jangan ada keributan suara atau apaa gitu yang bikin dia bangun. Efeknya , dia ga puas bobo dan rewel sepanjang hari. Dan itu sangat merepotkan gw dong ya karna anak ini kalo kurang tidurnya dia cranky dan gamau diletak dimanapun. Maunya digendong terus. 

3. Dia cerdas. Hati-hati ngapa2in didepan dia karna dia adalah peniru ulung. Suatu hari gw liat narendra yang lagi asyik main tiba-tiba mengeluarkan suara mendehem kayak terkesan main nakut-nakutin galak marah gitu. 
 "Bruaaaaaaaak.... huaaaaaaaak.... tatatatatat huaaaaaaaak"
Tapi dia sambil senyum2. gw langsung bisa nangkap maksud dia. Itu tadi dia seolah bilang
"buaaaaaak... mama tu kalo marah gini.. huaaaaakk..." intinya dia ngolok gw. Seolah bilang dia bisa loh niruin mama kalo marah. Gw sampe yang takjub. Yaampun ini anak ternyata kalo gw nakut-nakutin dia pake suara hantu gitu, dia bisa niru.

4. Dia punya rasa ingin tahu yang besar. Yang kalo ga gw kelola bener-bener bisa berkembang dan tumbuh menjadi anak rese yang nakal kayak ponakan gw dirumah. Yang gabisa dilarang dan agak bengal kalo dikasi tau. Intinya, anak gw harus tau. Kapan gw gak suka. Apa-apa yang boleh dan ga boleh. Mulai usia 9 bulan ini gw didik dia bahwa ada hal-hal yang sekarang "memiliki" batasan. Gabisa semaunya dia. Misal jam tidur. Skg dia harus tidur maksimal jam 11 malam. Atau main. Ada mainan yang boleh dan ga boleh. Dan kalo dia langgar, dia tau gw bakal tegur dia.

5. Dia tau diri.  Kalo sama tante - tante nya yang notabene manjain dia, dia bisa minta gendong. Makan kudu digendong. Sama gw, dia tau, bahwa " kalo sama mama jam makan artinya makan duduk dikursi. Gapake acara gendong." Jadi dia ga ada cerita ngerepotin gw minta gendong sana-sini saat makan ya karna emang ga gw biasain.

6. Dia ngerti apa yg gw omongin walau dia belom bisa ngomong. Jadi kalo misalnya siapaa gitu marah dan kesel sama dia, dia dimarah, orang ga suka sm dia, HE FEELS IT. Dia tau kalo digendong dengan penuh kasih sayang sama digendong dengan "kepaksa" ngerti kan maksud gw

7. Dia adalah bayi yang PALING TIDAK MENYUSAHKAN gw sebagai emaknya. Selain jarang sakit dan less cranky Narendra adalah tipe bayi yang gamau cari masalah dengan ngamuk atau nangis yang gak jelas. Pokoknya asal digendong, problem solved.

Secangkir Kopi Aming

Kadang kalo kita nge compare idup kita sama orang lain ya memang ga akan ada habisnya.Kita compare hidup kita, Gaji kita, Kerjaan kita dan semua standar hidup kita ke orang lain bisa jadi pisau bermata dua. Alih-alih membuat kita termotivasi, yang ada bikin kita SAKIT JIWA karna masalah kecil yaitu GAK PANDAI BERSYUKUR.

Di tahun pertama pernikahan gw ini (gila ya msh segede upil banget umur pernikahan gw) gw udah dihantui dan bermimpi dengan banyak target hidup yang sebenernye belum urgent dan belum penting.

Gw jadi ingat kisah mama dan papa gw yang ngontrak rumah di gang belitung. Rumah petak ukuran sangat sangat sederhana sehingga susah selonjor itu lah gw tumbuh sampai umur gw kurang lebih 2 tahun.

Sempat numpang dirumah nenek, sempat nayri recehan koin (actually bener-bener nyari recehan koin) di dipan dan selipan pintu rumah buat nambahin beli beras. Itu bener-bener kejadian sama orang tua gw.

Dan dibandingkan kehidupan gw sekarang yang jauuuuuuh super enak daripada mereka gw bisa-bisanya galau dan ga bersyukur. Semua ngerasa kurang.

Dari sana buat gw berfikir. Bahwa kadang kita itu suka GAK BERSYUKUR. We see people kok happy dan kek ga ada beban idup. Maybe kita ga tau dia deep inside juga pusing mikirin emaknya kena cancer? Kita liat orang kok berlimpah de el el semua gampang deep inside kita ga tau kalo ternyata anaknya pecandu narkoba dan musti bolak balik bilang ke orang-orang kalo lagi kuliah di luar negri padahal mah masih di rehab?

Pernikahan gw yang masiiiii seumur jagung dengan anak yang masi kecil gw rasa ya wajarlah ya kalo masih belajar idup. Masih usaha ngatur semuanya supaya suatu saat kita bisa mandiri.

Dan perjuangannya ga mudah.

Gw pernah denger ibu2 nyinyir bilang kalo punya mantu, kudu yang tajir (anak dia cewek) dan dengan sengaknya bilang "hidup ini realita" realita palak lo. Laki2 tajir juga hati2 ya bok milih bini. Kalo mak mertuanya kayak elu yang terima beres, terima tajir mata duitan padahal tong kosong mana mereka mau.

Jadi intinya, ga ada yang instan. Mau cari tajir? ada sih. LAKI ORANG ! hahahaha. Ya anak lu suruh jadi pelakor aja biar ketiban instan dapet laki matang dan tajir yegak. Yang gw liat justru laki2 tajir itu juga ngelewatin jatuh bangun yang berdarah-darah menuju sukses itu which is itu pasti didampingin istrinya. Ada sih emang laki muda yg tajir (tapi harta orang tua)

Sumpah gw najong deh kalo ketemu emak2 model begini dari dulu. t**k banget dah.

Lah ini kok gw jd ngomongin ibu2 matre sik?

Okeh jadi back to topic tulisan gw yang gajelas ini. Intinya bahwa mungkin boleh lo jenuh, boleh lo penat dengan semuanya. Ngerasa idup stagnan. Tapi kalo lo mau coba lihat jauuuuh lebih dalam, ternyata kehidupan lo itu, kehidupan yang banyak orang impikan.

Punya badan yang sehat.
Punya anak sehat sempurna.
Punya penghasilan.
Punya tempat berteduh.
Mau makan tinggal makan.
Ga punya utang sekeliling pinggang.

Dan ternyata...
Banyak hal yang lupa lo syukuri..  
 

NonaSunda Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang